Media Mainstream Tetap Jadi Rujukan Masyarakat

SOLO—Media mainstream diharapkan tetap menjadi rujukan masyarakat sebagai sumber informasi terpercaya di tengah tsunami informasi hingga ke media sosial. Sebab, dalam melakukan pemberitaan media mainstream menerapkan standard jurnalisme yang bagus, disiplin verifikasi, dan berimbang sesuai fakta di lapangan.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Suwarjono, mengatakan saat ini masyarakat sedang menghadapi perang informasi hingga ke media sosial. Untuk itu, jurnalis didorong agar melakukan peliputan berbasis data atau data driven journalism untuk memproduksi konten yang lebih berkualitas.

AJI juga memberikan penghargaan kepada jurnalis yang menerapkan jurnalisme berbasis data melalui Indonesia Data Driven Journalism (IDDJ). “IDDJ mendorong jurnalis melakukan peliputan berbasis data. Kami juga memberikan penghargaan kepada jurnalis di daerah-daerah yang menerapak data driven journalism untuk menghasilkan konten yang lebih berkualitas,” ujar dia, dalam sambutannya pada pembukaan Festival Media 2017 di Grha Soloraya, Kamis (23/11).

Pada kesemapatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menyatakan perkembangan medium mengakibatkan masyarakat terbata-bata menghadapi tsunami informasi di media sosial. Di media sosial berkembang berita palsu, hoax, hingga agitasi. Fenomena ini tidak terjadi di seluruh Indonesia tapi hanya di daerah-daerah yang dianggap jadi barometer politik Indonesia. “Saya mengajak AJI dan elemen lain bekerja sama dengan pemerintah menangani konten di media maya,” ujar Menteri.

Foto: Dokumentasi AJI Solo
Caption: .

Panitia Fesmed AJI 2017
Petugas Humas,
Cahyadi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *