Fesmed2018, Pontianak – Generasi Berencana adalah suatu kelompok kaum muda berusia 10 – 24 tahun belum menikah. Di Provinsi Kalimantan Barat, jumlah kelompok usia ini sekitar 1,3 juta jiwa atau hampir 30 persen dari jumlah penduduk di provinsi tersebut yang berjumlah 4,8 juta jiwa. Sementara itu, kata Berencana ini adalah bentuk suatu pencapaian tujuan yang harus direncanakan terutama berkaitan dengan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang meliputi merencanakan pendidikan setinggi mungkin, merencanakan karirnya, merencanakan kapan harus menikah dan berapa jumlah anak ideal yang rencanakan serta berperilaku hidup sehat dan berpartisipasi dalam kehidupan di masyarakat.

Sementara menurut data Survei Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, angka kehamilan tidak diinginkan di Kalbar mencapai 24,9 persen. Artinya, dari setiap 1000 kelahiran, sebanyak 24,9 persen di antaranya merupakan kelahiran yang tidak diinginkan, dengan rentang usia 15 hingga 19 tahun.

Rentang usia tersebut masuk dalam kategori Generasi Berencana sehingga diperlukan berbagai langkah untuk menekan angka kehamilan yang tidak diinginkan. Secara nasional, angka kehamilan yang tidak diinginkan 10,2 persen. Artinya, angka kehamilan yang tidak diinginkan di Kalbar jauh di atas rata-rata nasional.

Berdasar hasil penelitian, penyebab utama pernikahan dini terjadi karena faktor ekonomi. Selain itu, minimnya aktifitas remaja membuat nikah muda kerap terjadi. Belum lagi penggunaan kemajuan teknologi ke hal negatif memicu terjadinya pernikahan usia muda.

Untuk itu, Generasi Berencana mempunyai peranan penting menekan angka tersebut.

Salah satu upaya adalah dengan mendorong pembentukan Generasi Berencana di tiap daerah. Duta GenRe Kalbar tahun 2014, Nordianto bahkan terpilih sebagai Ketua Forum Duta GenRe tingkat nasional sekaligus menjadi Duta Wisata Nasional 2017.

Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Provinsi Kalimantan Barat menilai apa yang sudah dilakukan GenRe Kalimantan Barat dalam upayanya mendorong terciptanya generasi muda yang terencana dapat didiskusikan lebih lanjut. Talkshow dengan tema “Generasi Berencana di Era Digital” dapat dijadikan ajang diskusi sekaligus menambah wawasan dan solusi bagi peserta Festival Media 2018.

Tujuan Kegiatan

  1. Peserta dapat lebih memahami tentang fungsi dan peran dari Forum Generasi Berencana (GenRe) di Kalbar
  2. Peserta dapat menambah wawasan tentang pentingnya merencanakan keluarga sejak dini
  3. Setiap daerah di Indonesia pada umumnya memiliki permasalahan yang sama tentang kesiapan generasi muda dalam merencanakan masa depannya sehingga GenRe Kalbar dapat dijadikan salah satu tolok ukur untuk penataan tersebut

Waktu dan Tempat

Pelaksanaan kegiatan di Rumah Radakng Pontianak, Jumat tanggal 21 September 2018 pukul 13.30 – 14.15 WIB. Jumlah peserta sekitar 200 orang dari berbagai kalangan mulai jurnalis, mahasiswa, maupun anggota GenRe Kalbar

Nara Sumber

Ketua Forum GenRe Nasional Nordianto.

Moderator

Teguh Imam Wibowo

 

Dampak Pertambahan Penduduk terhadap Kebakaran Hutan di Provinsi Kalimantan Barat

Fesmed2018, Pontianak – Provinsi Kalimantan Barat adalah provinsi dengan luas setara dengan 1,3 kali Pulau Jawa dan Madura. Jumlah penduduk di provinsi tersebut pada tahun 2018 sebanyak 5.406.553 jiwa. Berdasarkan data Kependudukan dan Catatan Sipil, angka penduduk di Kalbar terus meningkat. Pada tahun 2014, jumlah penduduk di Kalbar 5.310.208 jiwa atau ada pertambahan 96.345 jiwa dalam kurun waktu tersebut.

Pertambahan jumlah penduduk tersebut tentu saja berimbas ke sector lain seperti perumahan, infrastruktur, serta pangan.

Di sisi lain, Kalbar kini dikenal sebagai salah satu daerah “penghasil” kabut asap. Pada musim kemarau, kabut asap kerap terjadi di provinsi itu. Bahkan pada Agustus 2018, pernah mencapai 1.075 titik panas.

Dampaknya, aktivitas masyarakat terganggu. Transportasi utama seperti angkutan udara pun terhambat karena keterbatasan jarak pandang di landasan. Belum lagi pengaruh kabut asap bagi kesehatan. Sejumlah pemerintah daerah beberapa kali meliburkan siswa karena kabut asap yang terlalu tebal.

Untuk itu, perlu dikaji apakah ada korelasi antara semakin meningkatnya jumlah penduduk di Kalbar dengan titik panas yang juga semakin banyak.

Tujuan Kegiatan

  1. Peserta mendapat wawasan mengenai dampak lain dari kependudukan yang tidak terencana dengan baik
  2. Peserta mengetahui apakah ada korelasi antara pertambahan penduduk dan kebakaran lahan di Provinsi Kalbar

Pelaksanaan kegiatan di Rumah Radakng Pontianak, Jumat tanggal 21 September 2018 pukul 14.20 – 15.05 WIB. Jumlah peserta sekitar 200 orang dari berbagai kalangan mulai jurnalis, mahasiswa dan umum.

Nara Sumber

Dosen Fakultas Pertanian Dr Ir Erlinda Yurisinthae M Sc

Moderator

Teguh Imam Wibowo