Fesmed2018, Pontianak – Memasuki tahun politik, pers mempunyai peran yang sangat penting untuk memberikan informasi yang mencerahkan, bermanfaat dan kritis bagi masyarakat. Para jurnalis diharapkan
mampu bekerja dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalisme dan kode etik untuk mendorong terwujudnya pemilihan umum yang demokratis dan berkualitas.

Bekerja secara professional di dalam situasi dan gejolak politik merupakan sebuah tantangan bagi jurnalis. Sebagian pemilik media massa di Indonesia saat ini juga merupakan tokoh partai politik yang secara tegas dan terang-terangan mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Bagaimana memisahkan kepentingan politik para pemilik modal dengan bekerja secara professional tentu bukan hal mudah bagi juru warta Indonesia yang notabene tingkat kesejahteraannya masih memprihatinkan.

Belum lagi tekanan dan ancaman dari massa pendukung salah satu calon peserta pemilu. Potensi ancaman dan tekanan tentu saja bisa menyulitkan jurnalis bekerja secara professional. Kemajuan teknologi informasi juga menambah kesukaran pers dan jurnalis untuk benar-benar bekerja professional. Belajar dari pengalaman pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2017 lalu, informasi yang berseliweran di media sosial telah menyebabkan polarisasi semakin tajam di tengah masyarakat.

Dari pengalaman tersebut, AJI Indonesia menilai perlu sebuah pelatihan bagi para jurnalis untuk meliput pemilihan umum yang berlangsung mulai tahun ini hingga tahun depan. Dengan pelatihan ini, para jurnalis diharapkan mampu bekerja secara professional dan mengatasi tantangan dan hambatan di kemudian hari.

Pelatihan ini akan mendiskusikan tahapan-tahapa krusial dalam pemilihan umum dan peran jurnalis dalam meliput pemilihan umum. Diharapkan, pelatihan ini bisa sarana berbagi tips dengan membandingkan pengalaman jurnalis meliput pemilihan umum di negara lain dan di Indonesia. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menemukan tips dan solusi untuk mengatasi hambatan dan tantangan dalam peliputan pemilu.

Tujuan
1. Merefleksikan peran media massa dalam mendorong pemilihan umum yang demokratis dan berkualitas
2. Menggali potensi hambatan dan tantangan para jurnalis dalam peliputan pemilihan umum dan mencari cara mengatasinya
3. Merumuskan langkah-langkah yang strategis bagi jurnalis agar bisa bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalisme dan kode etik jurnalistik

Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Hari/ Tanggal : 22 September 2018
Pukul : 09.00-10.45 WIB
Tempat : Rumah Randakng, Pontianak

Narasumber: 
1. Helmi Johanes (Voice of America/ VoA)
2. Ramdan (Ketua KPU Kalimantan Barat)

MODERATOR
Edy Can (AJI Indonesia/ CNN Indonesia TV)