Fesmed2018, Pontianak – Generasi milenial, atau generasi kelahiran setelah tahun 1990-an dikenal sebagai generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Kemampuan menguasai gadget lagi terdesak situasi, tapi sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup mereka. Situasi ini akhirnya berpengaruh pada pola kehidupan yang lain. Bisnis bergeser dari pola konvensional dan tradisional, perlahan beralih ke digital.

Mereka yang peka membaca perkembangan zaman ini dengan cerdas memanfaatkan celah bisnis baru. Bisnis e-commerce melahirkan startup. Kemampuan mengelola bisnis dan memanfaatkan teknologi segera membuat sejumlah startup melesat menjadi ikon bisnis baru. Salah satu dari startup yang paling moncer adalah GO-JEK.

Tak pernah ada yang menduga, bahwa bisnis jasa antar jemput penumpang menggunakan ojek ini ternyata mampu melejit. GO-JEK juga tak langsung sukses, perjalanan di awal membangun startup ini bisa dibilang penuh penolakan. Tapi, kepercayaan publik pada kendaran pengangkut yang untuk mengaksesnya menggunakan aplikasi khusus ini terus menanjak.

Bermula di tahun 2010 sebagai perusahaan transportasi roda dua melalui panggilan telepon, GO-JEK kini telah tumbuh menjadi on-demand mobile platform dan aplikasi terdepan yang menyediakan berbagai layanan lengkap. Jika awalnya hanya transportasi roda dua, GO-JEK  juga sukses mengembangkan sayap bisnis lainnya mulai dari transportasi roda empat, logistik, pembayaran, layan-antar makanan, dan berbagai layanan on-demand lainnnya.

Delapan tahun setelah didirikan, GO-JEK menggurita. Perusahaan ini menancapkan kukunya di 50 kota di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, merambah Vietnam. Mereka juga mulai melirik lini bisnis lainnya. Awal bulan ini, GO-JEK memasuki bisnis peer to peer lending dengan menggandeng tiga mitra. Pihak perusahaan meyakini,  kolaborasi perusahaan jasa keuangan dan perusahaan teknologi dinilai bisa menjangkau masyarakat luas. Salah satunya menjangkau masyarakat yang belum bisa mengakses layanan perbankan.

Melihat perjalanan GO-JEK yang terus memperlihatkan kesuksesan dan kemampuan mengelola bisnis digital, sangat layak menjadi contoh bagi generasi digital untuk mengambil pelajaran bagaimana perusahaan ini mampu memanfaatkan celah hingga akhirnya meraksasa. ‘

 

Tujuan:

Perkembangan GO-JEK yang pesat dan kemampuannya menguasai perkembangan digital layak menjadi pembelajaran bagi mereka yang berminat mengelola bisnis sejenis. Untuk itu GO-JEK akan membagikan pengalaman mereka pada jurnalis agar tersebar kepada publik.

Penyelenggara

Aliansi Jurnalis Independen dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa

Narasumber :

Michael Say (VP Coorporate Communication Gojek)

Moderator dan PIC :

Rochimawati (AJI Indonesia)

Penutup

Demikian ToR ini dibuat sebagai panduan untuk memudahkan diskusi tentang perkembangan bisnis digital dengan pihak GO-JEK sebagai pembicara utama.