Fesmed2018, Pontianak – Banyak manfaat yang bisa digali dari ruang lingkup jurnalistik. Jurnalistik tidak hanya menjadi cara media menyampaikan informasi secara faktual, namun juga mempengaruhi masyarakat dalam melihat sebuah fakta. Lebih jauh, jurnalistik dapat mengonstruksi atau membentuk realitas yang sebenarnya. Sederhananya, mendorong perubahan. Bila digunakan dengan baik, jurnalistik mampu memberi nilai positif. Sadar atau tidak, realitas yang bergerak saat ini, juga tidak lepas dari konstruksi media massa.

Oleh karenanya, WWF-Indonesia berinisiasi untuk mengombinasikan keterampilan jurnalistik dengan kampanye kesadartahuan terhadap konservasi alam. Cara ini sesungguhnya telah lama dilakukan. WWF-Indonesia selalu melibatkan para jurnalis untuk kegiatan-kegiatan konservasi alam.

Cara ini dimaksudkan untuk mendorong tumbuhnya paham atau ideologi jurnalistik lingkungan di kalangan jurnalis. Sebab, persoalan yang dihadapi saat ini bukan sekadar minat menulis saja. Para jurnalis, sejatinya paham dengan proses, pembuatan, dan pemahaman tentang isu lingkungan secara komprehensif.

Dalam konteks ini, ada persoalan pada tataran kapasitas. WWF kemudian mendorong peningkatan kapasitas jurnalis melalui berbagai aktivitas. Misalnya training jurnalistik, solarship, dan media trip. Bahkan, hal ini sudah seringkali dilakukan secara kolaboratif dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pontianak dengan target yang menyasar hingga wilayah Heart of Borneo (HoB).

Tetapi, hal ini pun sesungguhnya belum cukup, mengingat proses peningkatan kapasitas selalu bergerak linear dengan masa. Maka diperlukan sebuah inisiatif dalam bentuk workshop sebagai sarana berbagi pengalaman, sekaligus upaya mendorong pemahaman para jurnalis terhadap isu lingkungan.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan sebagai berikut:

  1. Berbagi pengalaman lapangan tentang program WWF di wilayah HoB
  2. Mendorong kepekaan para jurnalis terhadap isu lingkungan

 

Penyelenggara

Workshop ini diselenggarakan atas kerja sama AJI dengan WWF-Indonesia Program Kalbar

 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan akan dilaksanakan pada 21 September 2018 di Rumah Radakng.

 

Narasumber:

Jimmy Syahirsyah (Technical Support Unit Leader Program Kalbar WWF-Indonesia)

Moderator:

Severianus Endi (The Jakarta Post)