Belajar Menjadi Fotografer yang Baik di Fesmed 2019

JAMBI – Klinik fotografer heritage cukup menyedot antusiasme peserta dalam kegiatan festival media AJI pada hari kedua, Minggu (17/11). Workshop ini menghadirkan Feri Latief, Jurnalis foto National Geographic Indonesia sebagai narasumber. 

Feri menerangkan, foto yang baik adalah foto yang berbicara. “Jadi kita tak harus menerangkan lokasi fotonya dimana. Dengan foto itu saja sudah bisa menerangkan dimana lokasi foto itu diambil misalnya,” katanya. 

Selain itu, Feri juga menerangkan bahwa cagar budaya bukan hanya sebuah monumen peninggalan berupa prasasti. Namun heritage juga termasuk di dalamnya bisa saja sebuah kota yang harus dilestarikan. 

Lantas, bagaimana memotret yang bagus, terutama yang berkaitan dengan cagar budaya. Menurut dia, semakin dekat fotografer dengan subjek foto, maka foto akan semakin bagus. 

“Terus gimana kalau lokasinya jauh? ya jadi kita harus riset lewat internet dulu. Setelah ke lokasi kita tahu mau motret apa disana. Jadi konsepnya harus direncanakan terlebih dulu,” imbuhnya. 

Feri Latief menjelaskan, sebelum memotret harus ada perencanaan. Lakukan riset dan tentukan konsepnya. 

“Kemudian on the field, kreativitas improvisasi dan penyesuaian. Setelah itu afternya. Ini yang paling sulit biasanya, karena fotografer biasanya sulit memilih mana foto yang terbaik dari sekian banyak yang dipotret untuk kemudian masuk dalam tahap yang terakhir, yaitu editing,” ungkapnya. 

Dia menegaskan, foto yang bagus adalah foto yang bisa menyampaikan pesan di dalamnya untuk dirasakan orang yang melihatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *